Your Ad Here

Saturday, January 24, 2009

Sang Penambal Jantung Bocor




Petaka itu berawal pada 2003. Setiap kali mendengar teriakan orang yang mengagetkan, jantung Meyty berdegup kencang. Tubuh terasa lemas, nafsu makan pun berkurang, kenangnya. Selain itu, napas tersengal-sengal dan keringat dingin deras mengucur. Derita itu makin lengkap ketika rasa sakit di dada bagian kiri, kerap menyambangi. Rasanya seperti ditusuk-tusuk, kata Meyty.
Merasakan derita seperti itu, Meyty teringat masa kecil. Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, ia pernah mengalami gejala serupa. Namun, ketika itu tak ada kecurigaan sedikit pun di benaknya. Entah kenapa sekarang kambuh lagi, kata anak ke-3 dari 9 bersaudara itu.

Tak sengaja
Oleh Sony Tongo, sang suami, Meyty diboyong ke Rumah Sakit Dok II, Jayapura. Saat itulah misteri penyakit jantung bocor yang telah lama dideritanya terungkap. Oleh dokter, ia diberi aneka obat pencegah kambuhnya serangan jantung. Tapi saya cuma sebulan mengkonsumsinya, kata Meyty. Musababnya, derita yang kerap menghampiri, tak juga sirna.
Perkenalannya dengan sarang semut tak pernah terpikir dalam benak Meyty. Ketika itu ia sedang berbelanja keperluan keluarga di sebuah toko yang menjual aneka bahan pangan. Saat hendak membayar di kasir, matanya melihat sarang semut yang dikemas dalam plastik. Karena penasaran, ia pun meminta izin kasir untuk melihat-lihat. Pada kemasan tertulis khasiat sarang semut untuk mengatasi penyakit jantung. Teringat penyakit yang dideritanya, Meyty langsung membeli satu kemasan isi 100 g. Tiba di rumah, Meyty langsung merebus satu sendok makan serbuk sarang semut dalam 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air rebusan sarang semut itu disaring. Meyty rutin mengkonsumsi air rebusan berwarna cokelat pekat itu 3 kali sehari.
Seminggu mengkonsumsi, tanda-tanda membaik mulai dirasakan. Nafsu makan yang selama ini anjlok, mulai bangkit. Dalam hitungan pekan, bobot tubuhnya naik hingga 4 kg. Semula 45 kg, menjadi 49 kg. Detak jantungnya pun mulai stabil. Saat mendengar keributan atau orang berteriak, ia tetap tenang. Bahkan kalau ada ribut-ribut di luar rumah, saya penasaran dan ingin melihat, katanya. Begitu pun ketika mendengar berita kematian sang sepupu di tanah kelahirannya, Manado, Meyty tetap tabah.
Membaiknya kondisi Meyty, kabar baik bagi sang suami. Namun untuk memastikannya, pada September 2005 Sony membawa sang istri ke Rumah Sakit Dok II, Jayapura, untuk kembali memeriksakan diri. Hasil pemeriksaan dokter ahli jantung yang dulu memeriksanya menyatakan jantungnya kembali normal. Kok bisa begitu, pakai obat apa? kata dokter seperti ditirukan Meyty. Ia pun menjawab, Saya minum sarang semut, ujarnya. Sebulan berselang, akhirnya Meyty berhenti mengkonsumsi sarang semut. Jantung saya sudah sembuh toh, katanya menirukan dialek khas Papua.

Harus operasi
Menurut dr Otte Juniarto Rachman SpJP, dokter ahli jantung Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta, kebocoran katup jantung disebabkan beberapa hal. Salah satu penyebabnya adalah demam rematik. Demam rematik timbul akibat peradangan kuman Streptococcus beta hemolyticus group A yang terjadi saat anak-anak hingga dewasa muda.
Peradangan terjadi pada jaringan ikat sendi atau katup jantung. Jika menyerang katup jantung, menyebabkan penyempitan atau kebocoran katup. Katup yang kerap terserang kuman itu adalah katup nitral dan katup aorta. Katup nitral adalah katup yang menghubungkan serambi kiri dan bilik kiri jantung. Sedangkan katup aorta menghubungkan bilik kiri dengan pembuluh aorta. Selain itu, kebocoran katup juga disebabkan putusnya jaringan penunjang katup karena infeksi kuman lain atau lantaran lemahnya penunjang katup. Akibatnya, kerja jantung bertambah berat sehingga bisa mengalami gagal jantung. Pada keadaan itu, penderita tidak mampu lagi melakukan pekerjaan berat maupun ringan dan harus segera mendapat pengobatan.
Selain akibat serangan kuman, penyebab jantung bocor adalah kelainan bawaan dan kemunduran fungsi dan morfologi jantung seiring bertambahnya usia. Kebocoran akibat kelainan bawaan biasanya terjadi pada septum, dinding pembatas antara ventrikel bagian kanan dan kiri bilik jantung. Cacat bawaan itu dinamai ventricular septal defect (VSD). Gejalanya pun bermacam-macam tergantung tingkat kebocoran dan jenis katup yang bocor. Jika tingkat kebocoran kecil, maka gejala pun munculnya lamban, kata dr Otte. Jika kebocorannya besar, gejala muncul tiba-tiba. Namun, gejala yang lazim timbul adalah sesak napas, kadang disertai pembengkakan perut dan kaki.
Pengobatan pun tergantung tingkat kebocoran jantung. Pada tingkat kebocoran ringan, biasanya pasien diberi obat dekongestan alias peluruh dahak dan obat peluruh urine. Intinya obat yang diberikan harus mampu meringankan beban kerja jantung, kata dokter spesialis jantung lulusan Universitas Indonesia itu. Namun, jika terjadi kemunduran, katup jantung pasien diganti dengan katup buatan dari plastik atau logam. Tentunya melalui operasi, ujarnya.

Kaya mineral
Khasiat sarang semut mengatasi jantung bocor diduga akibat kandungan sarang semut yang kaya mineral. Itu dibuktikan melalui riset oleh Dr Ir M Ahkam Subroto M App Sc APU, peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi. Sarang semut mengandung 0,37 g kalsium, 68,58 mg natrium, dan 3,61 g kalium per 100 g. Dalam metabolisme tubuh, kalsium dan natrium berperan memperbaiki kerja jantung dan impuls saraf. Sedangkan kalium berperan mengatur ritme jantung.
Jika kebocoran jantung disebabkan infeksi kuman, maka senyawa yang berperan mengatasinya adalah flavonoid. Menurut Ahkam, dalam banyak kasus flavonoid berperan langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Senyawa flavonoid terkandung dalam serbuk maupun ekstrak air sarang semut.
Sebaliknya menurut dr Otte, flavonoid dan tanin-senyawa yang terkandung dalam tumbuhan sarang semut-tidak bisa mengobati jantung bocor. Operasi satu-satunya cara mengatasi jantung bocor, katanya. Ahkam mengakui, mekanisme sarang semut mengatasi gangguan jantung belum terungkap. Untuk itu perlu diteliti lebih lanjut. Meski begitu, toh Meyty telah merasakan manfaatnya.
Sumber : majalah trubus

No comments:

Loading...